Viral Video Satpol PP Bubarkan Unjuk Rasa Di Riau Secara Brutal

Viral Video Satpol PP Bubarkan Unjuk Rasa Di Riau Secara Brutal

Viral Video Satpol PP Bubarkan Unjuk Rasa Di Riau Secara Brutal

BerbagaiCerita.com – Viral Video Satpol PP Bubarkan Unjuk Rasa Di Riau Secara Brutal beredar di dunia maya. Video tersebut beredar luas di media sosial hingga viral dan menuai banyak kecaman warganet. Mereka secara beringas memukuli demonstran yang sedang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati.

Insiden kekerasan ini bermula saat puluhan tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) dan aktivis Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia melakukan unjuk rasa di kantor Bupati Kampar. Terlihat beberapa anggota Satpol PP yang berdiri di depan kantor bupati. Demo didominasi oleh sejumlah ibu-ibu yang mengenakan pakaian berwarna putih dan merah. Tampak juga sejumlah pria yang ikut dalam aksi demo dan membawa spanduk. Namun entah apa isi dari spanduk tersebut.

Dalam Viral Video Satpol PP Bubarkan Unjuk Rasa Di Riau Secara Brutal yang berdurasi 2 menit 38 detik, anggota Satpol PP berusaha untuk mengusir para pendemo dari area kantor bupati. Namun tak jelas apa penyebabnya, salah satu anggota Satpol PP begitu emosi dan mendorong pendemo. Sementara anggota lainnya juga ada yang berteriak kepada mendemo dan memaksa mereka untuk meninggalkan lokasi. Para pendemo keberatan dan melontarkan pernyatan kasar kepada Satpol PP.

Paling Hot : Klik Disini

Viral Video Satpol PP Bubarkan Unjuk Rasa Di Riau Secara Brutal, tampak gerombolan anggota Satpol PP itu langsung merangsek keluar mengusir paksa para demonstran secara brutal. Pukulan dan tendangan dilayangkan ke arah demonstran yang kebanyakan ibu-ibu. Akibatnya, sebanyak dua demonstran dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, Senin 16 Juli 2018 sore akibat mengalami penganiayaan. “Penindas para wanita,” teriak salah satu perempuan di dalam video.

Aksi kebrutalan anggota Satpol PP Kampar yang kadung menyebar di medsos dinilai sangat memalukan. Apalagi, Kampar sendiri memiliki sebutan ”Negeri Peradaban”. Ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri berjanji akan memanggil dinas terkait pasca-insiden memalukan itu. “Saya akan panggil dinas terkait. Komisi I DPRD juga tolong panggil Kasatpol PP (Kampar),” ujarnya.

“Jadi memang ada aksi unjuk rasa sudah berjalan beberapa hari mereka memaksa untuk rencananya menyegel kantor bupati terus dihalau oleh Satpol PP. Padahal hari itu masih jam kantor. Kalau disegel bagaimana orang kerja dan nggak ada alasan bagi mereka untuk menyegel.” Usai bentrokan, proses mediasi dilakukan dari pihak kantor bupati, polisi dan tenaga RTK. Meski sebelumnya sempat kedua belah pihak membuat laporan terkait bentrokan.

Sudah selesai. Dari awal kita sampaikan jangan ada aksi. Kita memproses semua. Pemerintah berdiskusi dengan Kementerian Kesehatan terkait masalah ini. Kami juga ada indikasi mereka ini kan masuknya pake biaya, ada calo. Ada indikasi itu kalau mereka dirugikan silakan bikin laporan. Mereka mengakui masuknya (menjadi RTK) pakai calo,” kata Andri.

 

Baca Juga :

MAS88