Video Viral Kekerasan Yang Dilakukan Oknum Guru Kembali Beredar

Video Viral Kekerasan Yang Dilakukan Oknum Guru Kembali Beredar

BerbagaiCerita.com – Video Viral Kekerasan Yang Dilakukan Oknum Guru Kembali Beredar Di media Sosial. Kepolisian Resor (Polres) Pangkalpinang membantah beredarnya video guru yang memukul siswa di dalam kelas terjadi di Kota Pangkalpinang. Baik pelaku maupun korban yang ada di video yang viral di media sosial itu dipastikan bukan warga Pangkalpinang.

“Kita sedang menyelidiki siapa yang menyebarkan video itu dan menyebutkan terjadi di Pangkalpinang. Kita selidiki juga apa motifnya karena kejadian di video ini tidak sesuai dengan status yang ditulis,” ujar Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra.

Menurut Adi Putra, Polres Pangkalpinang pernah menerima laporan dari orangtua siswa yang melaporkan pemukulan seorang guru di SMPN 10 Pangkalpinang terhadap anaknya di sekolah. Namun, kasus tersebut tidak dilanjutkan karena antara guru tersebut dan siswa sepakat berdamai.

Paling Hot : Klik Disini

Adi menuturkan pemukulan itu terjadi karena siswa berinisial RHP menanggil gurunya dengan nama saja tanpa embel-embel sapaan sopan. Tidak terima dengan perlakuan siswanya, guru yang emosi itu memukul siswa tersebut.

“Karena pihak siswa dan guru tersebut memilih berdamai dan bermusyawarah menyelesaikan masalah ini, akhirnya perkara tidak dilanjutkan. Namun, tiba-tiba heboh dengan video yang diunggah di Faceboook dan menulis narasi itu kejadian di Pangkalpinang,” ujar dia.

Adi meminta masyarakat dan warganet tidak terprovokasi dengan narasi yang menyebutkan kejadian itu di Pangkalpinang. Hal tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan kebencian dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Pangkalpinang. “Percayakan dan mintalah segala berita dan informasi ke pihak kepolisian atau pihak terkait yang dapat dipercaya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan penyebar berita bohong akan dijerat Undang-Undang ITE. “Bila kita menyebarkan informasi yang belum jelas kebenaran, maka akan menimbulkan provokasi dan meresahan masyarakat. Apalagi, menyebarkan berita bohong bisa dikenakan pidana Undang-Undang ITE,” ujar dia.

Baca Juga :

MAS88