Video Viral, Seorang Nenek Tewas Di Telan Ular Piton

Video Viral, Seorang Nenek Tewas Di Telan Ular Piton Saat Berkebun

Video Viral, Seorang Nenek Tewas Di Telan Ular Piton

BerbagaiCerita – Di hari lebaran tahun ini, warga Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat berduka. Pasalnya Seorang Nenek Tewas Di Telan Ular Piton saat berkebun. Wa Tiba (45) ditelan ular piton sepanjang 7 meter di kebunnya. Wa Tiba ditemukan Jumat (15/6/2018) di area kebun miliknya setelah warga melakukan pencarian sejak pagi.

Kapolsek Katobu Iptu Hamka menjelaskan, kejadian bermula saat Kamis (14/6) malam korban menuju kebun miliknya. Sebelum pergi, Wa Tiba sempat berpesan kepada adiknya La Mariada bahwa dia ingin mengecek kondisi kebunnya. Namun, hingga pagi hari korban tidak kunjung kembali. Sang adik, La Mariada kemudian memutuskan mencari keberadaan korban usai Lebaran Idul Fitri, Jumat (15/6).

Di tengah perjalanan, dia menemukan sendal dan senter korban tergeletak di tengah jalan disertai kondisi rumput yang rebah. “La Mariada lalu memberitahukan kepada kepala desa dan warga lalu dilakukan pencarian,” jelasnya. Dalam pencarian, warga menemukan seekor ular piton yang diduga menelan korban. Warga kemudian membunuh ular dan dibawah ke area perkampungan.

Baca Juga : Game yang Cocok untuk Menemani Perjalanan Saat Mudik

“Kemungkinan ular menerkam korban di kebunnya. Setelah dibelah perut ular, benar ditemukan korban dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Iptu Hamka. Camat Lohia, LM Hajar Sosi mengatakan, area kebun korban merupakan tempat ular biasa mencari mangsa. Banyak ternak warga yang menjadi korban. Ia bersama warga kini tengah di rumah duka untuk mengurus jenazah. Wanita ditelan ular itu segera dimakamkan. “Hari ini akan dimakamkan,” imbuhnya.

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos mengatakan, mengenai penyebab ular piton tersebut menyerang manusia, Agung belum bisa memastikan. Dia mengatakan lokasi tersebut memang masih area kebun dan hutan yang diduga sebagai tempat ular bersarang. “Belum bisa disimpulkan mengenai penyebabnya apakah terkait habitatnya diganggu itu belum bisa disimpulkan,” ujarnya.

Mengenai kenapa ular itu menelan Wa Tiba, bulat-bulat, Kepala Laboratorium Herpitologi Puslit Biologi LIPI Amir Hamidy punya analisis sendiri. Dia menjelaskan ular memang memakan mangsanya tanpa mengunyah lebih dulu. Hanya, berbeda antara melumpuhkan mangsa dengan dibelit dan menggunakan bisa.

Dia pun menyarankan kepada masyarakat yang akan berkebun untuk membawa anjing. Menurut Amir, anjing dapat mendeteksi keberadaan ular bahkan yang besar sekalipun. “Kalau misal kita bawa anjing, anjing akan lebih tahu, bereaksi dan menggonggong dulu. Apalagi karena semak-semak, warna piton ini kan serupa. Jadi ya nggak kelihatan,” kata Amir.