Polisi di Makassar bakal datangi setiap gerai ATM usai marak kasus skimming

Polisi di Makassar bakal datangi setiap gerai ATM usai marak kasus skimming
Polisi di Makassar bakal datangi setiap gerai ATM usai marak kasus skimming

Polisi di Makassar bakal datangi setiap gerai ATM usai marak kasus skimming

BerbagaiCerita-Polisi di Makassar bakal datangi setiap gerai ATM usai marak kasus skimming Menyikapi kasus skimming atau pembobolan ATM (Automated Teller Machine), Polda Sulsel bekerjasama dengan pihak perbankan untuk memaksimalkan pengawasan terhadap keamanan ATM-ATM yang tersebar di Sulsel. Antisipasi itu dengan menambah personel keamanan dan patroli kepolisian.

“Memaksimalkan pengawasan itu berupa peningkatan patroli kepolisian di gerai ATM
dan penambahan pengamanan internal atau sekuriti dari masing-masing bank
di gerai ATM,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani di Makassar, Kamis (22/3).

Sosialisasi terhadap nasabah bank untuk mengantisipasi kasus skimming juga bakal ditingkatkan. Terlebih pada Juni 2017 lalu jajaran Polrestabes Makassar meringkus dua pelaku skimming.

Kedua pelaku tersebut adalah warga negara asing berkebangsaan Turki masing-masing Hayrullah Ceylan (39) dan Ismail Yoru (35). Selama beraksi gunakan skimmer,
pelaku berhasil menguras Rp 140 juta isi tabungan dari 10 orang nasabah BRI
dan Bank Syariah Mandiri.

“Dua WNA pelaku skimming ini diringkus di Hotel Horison tempatnya menginap selama berada di Makassar sejak Maret 2017. Selanjutnya jalani proses hukum dan awal Maret 2018 kemarin keduanya telah menyelesaikan hukumannya 9 bulan pidana penjara. Rencananya dalam waktu dekat WNA ini dideportasi oleh pihak Imigrasi Makassar,” kata dia.

Untuk mencegah terjadinya skimming, Taufik Ariesta Ardhiawan, humas kantor perwakilan Bank Indonesia Propinsi Sulsel yang juga dikonfirmasi, Kamis, (22/3) memberikan beberapa tips kepada nasabah.

Antara lain, mengingatkan nasabah untuk memilih lokasi ATM yang aman, memastikan ada CCTV di ruang ATM, menutup tangan pada saat memasukkan PIN agar PIN yang dimasukkan tidak diketahui orang lain.

“Disarankan juga untuk untuk mengganti PIN secara berkala dengan kombinasi nomor yang tidak mudah diketahui orang lain dan mengganti kartu magnetic strip menjadi kartu chip di bank terdekat,” kata Taufik Ariesta Ardhiawan.