Kericuhan di Lapas Cirebon karena miskomunikasi saat razia

Kericuhan di Lapas Cirebon karena miskomunikasi saat razia
Kericuhan di Lapas Cirebon karena miskomunikasi saat razia

Kericuhan di Lapas Cirebon karena miskomunikasi saat razia

BerbagaiCerita-Kericuhan di Lapas Cirebon karena miskomunikasi saat razia Kerusuhan terjadi di Lapas Kelas 1 Cirebon. Peristiwa itu disebabkan kesalahpahaman dalam komunikasi antara warga binaan dan pihak lapas saat melakukan pemeriksaan ruang tahanan.

Pemeriksaan dilakukan untuk merazia barang-barang yang dilarang, seperti telepon genggam. Namun banyak warga binaan yang merasa ada perlakuan berbeda. Sebab pemeriksaan dinilai tidak merata, karena ada kamar yang diperiksa lebih dari satu kali, sementara ada kamar lain yang tidak diperiksa.

“Kemarin saya tanya ke kalapas (lewat) telepon. Intinya ada miskomunikasi,” ucap Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jawa Barat, Indro Purwoko di Bandung, Kamis (22/3).

Indro menjelaskan, razia berlangsung dengan sistem undian. Cara yang berlangsung beberapa kali dalam sebulan itu diklaim lebih adil.

“Pengundian ini kebijakan dari kalapas. Kebijakan ini tidak mungkin disosialisasikan ke warga binaan karenanya nanti akan tahu kapan mau dirazia, jadi kita acak,” ucapnya.

Sistem acak dalam pemeriksaan digunakan karena tidak mungkin razia dilakukan sekaligus dalam satu waktu. Meski begitu, Indro memastikan bahwa sistem ini akan dievaluasi.

“Mungkin kalau yang sudah (diundi) jangan sampai diundi dapat lagi, ini kan menjadi pemicu keirian. Ke depan akan evaluasi ada perbaikan menuju ke arah yang lebih baik,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, warga binaan di Lapas Cirebon mengamuk pada Rabu (21/3) sekitar pukul 11.30 WIB saat dilakukan razia alat komunikasi oleh petugas lapas