Modus belanja, trio pengedar upal di Cilacap sasar pasar tradisional

Modus belanja, trio pengedar upal di Cilacap sasar pasar tradisional
Modus belanja, trio pengedar upal di Cilacap sasar pasar tradisional

Modus belanja, trio pengedar upal di Cilacap sasar pasar tradisional

BerbagaiCerita-Modus belanja, trio pengedar upal di Cilacap sasar pasar tradisional Bermodus berbelanja kebutuhan sandang, tiga perempuan asal Kabupaten Cilacap bersekongkol edarkan uang palsu (upal). Mereka menyasar lapak-lapak pedagang di kompleks pasar tradisional di wilayah Kecamatan Gandrungmangu.

Ketiga pelaku tersebut, yakni SH (57) warga desa tegal sari Sidareja, WR (45) desa Saudagaran Sidareja, dan SM (54) desa Tritih wetan Jeruklegi Cilacap.

Kapolsek Gandrungmangu, AKP Agus Subagyo mengatakan ketiganya ditangkap di komplek los lapak area pasar Induk Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Kasus upal ini mulai terungkap ketika pedagang yang jadi korban gagal menabung sejumlah uang saat disetorkan pada bank. Sejumlah uang hasil penjualan diduga oleh pihak bank palsu.

Hasil penyelidikan, Subagyo menjelaskan modus operandi yang dilakukan pelaku datang membeli sepatu dan tas. Kemudian terjadi transaksi dan kesepakatan harga dari kedua barang tersebut seharga Rp 120 ribu. Selanjutnya pembeli membayarnya dengan uang pecahan kertas 2 lembar senilai Rp 100 ribu.

“Setelah lapak tutup sekira jam 13.00 WIB, korban pergi ke bank untuk menabung uang hasil pendapatan hari itu. Namun setelah di bank oleh petugas teller bank uang tersebut dikembalikan karena diduga palsu”, kata Subagyo, Minggu (18/2).

Atas kejadian tersebut, korban datang ke polsek Gandrungmangu untuk laporan. Mendasari laporan tersebut unit reskrim polsek Gandrungmangu melakukan penyelidikan dan mencari bukti dari para saksi-saksi.

Dari hasil penangkapan tersebut disita barang bukti berupa, 3 lembar upal senilai Rp 100 ribu. 1 pasang sepatu sandal warna Coklat, 1 tas gendong warna hitam, 1 centong nasi, 1 alat untuk mengupas pepaya, 1 kerudung atau jilbab dan 1 caping hasil pembelian di pasar dengan upal.

Akibat perbuatan tersebut para pelaku bakal dijerat dengan Pasal sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 ayat (2) , (3) Jo pasal 26 ayat (2) dan (3) UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang rupiah dan atau pasal 245 jo 55 ayat (1) KUHP.

“Kami masih terus mengembangkan kasus ini lebih lanjut,” ujar Subagyo.