Ketua Golkar ajak ulama jaga Pancasila hingga memajukan umat Islam

Ketua Golkar ajak ulama jaga Pancasila hingga memajukan umat Islam
Ketua Golkar ajak ulama jaga Pancasila hingga memajukan umat Islam

Ketua Golkar ajak ulama jaga Pancasila hingga memajukan umat Islam

BerbagaiCerita-Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, tengah melaksanakan Safari Ramadan ke pelbagai daerah. Ini dilakukan agar partainya lebih dekat dengan ulama, pondok pesantren hingga ummat nahdiyin. Terutama untuk menjaga Pancasila dan keutuhan bangsa.

Hal itu disampaikan Setya di depan para ulama Pondok Rahmatullah, Demak.

Dalam keterangannya, sebagai warga Nahdlatul Ulama (NU), dia menegaskan,

Golkar dan ulama akan berjuang bersama untuk mengembangkan Islam lebih toleran dan moderat. Selain itu, juga menciptakan islam menjadi sejuk dan damai.

“Perjuangan Golkar dan Alim Ulama mempunyai tujuan yang sama,

yaitu menjaga Pancasila, UUD 1945, keutuhan NKRI serta kemajuan umat Islam, bangsa dan negara, melalui pembangunan nasional.

Golkar dan ulama akan berjuang bersama untuk mengembangkan Islam

yang tasamuh (toleran) dan tawassut (moderat), Islam yang sejuk dan damai,”

kata Setya, Senin (12/6).

Menurut dia, pernyataan itu perlu ditegaskan karena Indonesia tengah menghadapi ujian dan tantangan. Apalagi ada tindakan mengancam kebinekaan dan persatuan bangsa. Selain itu, ada juga paham dan ajaran ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain.

Untuk itu, Ketua Umum Golkar tersebut mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu menjaga Pancasila dan bangsa.

Setya juga menyatakan Partai Golkar menghargai perjuangan umat Islam

dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, menjaga keutuhan NKRI serta mengamankan Pancasila dari ancaman paham komunisme.

“Karena itu Golkar menentang setiap upaya yang ingin memperhadapkan umat Islam dan Pancasila,” tegasnya.

Silaturrahmi dengan para ulama tersebut dihadiri KH. Mahfudz Sidiq (pimpinan pondok), Bupati Demak, HM Nasir, serta para petinggi Partai Golkar,

antara lain, Roem Kono, Yahya Zaini, Firman Subagyo, Nurul Arifin,

Mujib Rohmat, Noor Ahmad dan Bowo Sidik Pangarso serta Wisnu Suhardono dari DPD Jawa Tengah.