Anak buahnya diciduk KPK, Soekarwo pastikan uang negara tidak hilang

Anak buahnya diciduk KPK, Soekarwo pastikan uang negara tidak hilang
Anak buahnya diciduk KPK, Soekarwo pastikan uang negara tidak hilang

Anak buahnya diciduk KPK, Soekarwo pastikan uang negara tidak hilang

BerbagaiCerita-Anak buahnya diciduk KPK,

Gubernur Jawa Timur Soekarwo memastikan tidak ada uang negara

yang hilang terkait kasus tertangkapnya Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur,

Moch Basuki dan dua kepala dinas di lingkungan Pemprov DKI

yaitu Bambang Heryanto dan Rohayati.

Bambang selaku kepala dinas peternakan dan Rohayati

yang menjabat kepala dinas peternakan,

disebut-sebut memberi uang suap pengawasan penggunaan anggaran provinsi kepada Basuki selaku ketua komisi bidang perekonomian di DPRD Jawa Timur.

Soekarwo mengaku tidak bisa memastikan asal muasal uang yang digunakan dua anak buahnya untuk menyuap Bambang. Namun bisa dipastikan tidak berhubungan dengan uang negara. Itu diketahui setelah pihaknya melakukan pengecekan keuangan di dua dinas tersebut.

“Sudah kita cek. Tidak ada uang negara yang diambil. Enggak tahu (uang suap dari mana). Kalau memang benar adanya suap, itu uangnya dari mana?

saya juga heran karena setelah kita cek tak ada uang negara yang hilang,”

jelas Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo di kantornya,

Jalan Pahlawan, Surabaya, Selasa (6/6) sore.

Pakde Karwo menegaskan,

saat ini semua laporan keuangan di lingkungan Pemprov Jawa Timur sudah menggunakan sistem e-budgeting. Atas dasar itu dia yakin kasus suap itu tidak menggunakan uang negara.

“Sehingga, dana negara yang keluar atau masuk, akan terlihat laporannya dan tidak bisa direkayasa,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

meringkus Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur,

Moch Basuki dan dua kepala dinas di lingkungan Pemprov Jawa Timur,

yaitu Bambang dan Rohayati. Tak hanya mereka bertiga,

dua staf sekwan dan satu asisten pribadi Bambang turut dibawa ke Jakarta untuk mejalani pemriksaan lanjutan